Pages

Jumat, 10 Juni 2011

KISAH SATU (bag.7)


Rego yang sudah siap berbalik dan kembali ke kelasnya menangkap keanehan pada Ramaniya.  “Ada apa?” tanyanya sambil duduk di bangku di depan meja Ramaniya.


Sore itu, atas saran Rego, Ramaniya pergi mencari Agus.  Memang tidak banyak yang bisa ia beri untuk Agus.  Juga akan terkesan congkak jika dia memberi Agus uang.  Jadi Ramaniya memutuskan untuk mentraktir Agus di warung Teh Laksmi.
Tidak mudah juga ternyata mencari Agus.  Setelah bertanya pada seorang banci lain, diketahui bahwa Agus punya shift malam.  Ramaniya memutar balik sepedanya sambil sibuk memikirkan cara lain.
Warteg Teh Laksmi!
Secepat motor Ramaniya melaju menuju warung Teh Laksmi.  Dan seperti dugaannya, tidak ada siapa-siapa disitu berhubung belum jam makan.
“Eh, Teteh!” sapa Laksmi.
Teh, saya mau nitip ini untuk A Agus, banci yang kemaren.” ujar Ramaniya sambil menyerahkan uang dua puluh ribu rupiah.  Teh Laksmi menerimanya dengan bingung.
“Begini, saya cuma ingin nraktir A Agus, tapi saya susah ketemunya.  Jadi anggap saja saya bayarin A Agus makan pakai uang itu.  Tolong dikasih tahu ke A Agus ya.”
Teh Laksmi tersenyum, “Iya, Teh.  Pasti saya sampein.”
“Makasih, Teh Laksmi.” ujar Ramaniya dengan senyum lega.  “Oh, ya.  Tolong bilang juga, hape saya udah ketemu, gitu.”
“Iya, Teh.”
“Sama, kalau uangnya ada sisa, sisanya buat Teteh aja.”


Malam itu Agus makan dengan nikmat sekali.  Dia bisa makan banyak dengan daging, sayur, dan lainnya.  Dia yang biasanya minum teh tawar gratis, kini memesan jus.  Walau hanya hal kecil, sepiring rasa terimakasih Ramaniya membuat segala perjuangannya yang kemarin itu seperti terbayar lebih.
Dan setelah bercerita pada Ersya dan Emil, Ramaniya tidur lelap malam itu.

Tamat.

3 komentar:

Inez mengatakan...

Oke. Berakhirlah sudah Kisah Satu dengan maksa. (Maap.. maap..)

Sy pribadi pikir, kisah satu adalah trial Alkisah. Banyak kekurangannya.

Setelah ini akan ada kisah 2 yang dimulai oleh Ningrum. Tapi mungkin kami hiatus dulu. Selain Ningrumnya sibuk, sy rasa kami harus 'rapat' lagi untuk kemajuan Alkisah. :)

Makasih untuk Asmi Sila yang baru2 ini follow Alkisah. :) Jangan kapok baca cerita2 aneh kita ya..

Ningrum mengatakan...

T...ta...tamatt!? Wuhoow! Hahahahaha! Gila, tamat!

Oke deh, saya akan menggali ide cerita baru. :P

Iya nih. Rapat yuks! Selasa dong, ke rumah. :)

Inez mengatakan...

Selasa... boleh lah! Paling cm bs sampe jam 5an.. (Jam 6 gw ada rapat)

Mo jam brp nih? (Sms gw lu bsnya kapan ya cin.)